Kotaku..., kota kita..., kota kamu...
Contact : 0813 8291 0789, 0812 6321 0471 (WA)

3 Agu 2012

Kristian

Tudingan Politik Uang Timses Foke-Nara ke Jokowi-Ahok Terpatahkan


Kelompok gabungan dari Panwaslu dan lembaga swadaya masyarakat, menyatakan menolak prkatik politik uang dalam pelaksanaan Pemilukada DKI Jakarta, pada aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (24/6/2012). Baik memberi atau menerima uang dalam pelaksanaan kampanye pemilukada dianggap sebagai praktik korupsi.
JAKARTA, KOMPAS.com - Tudingan tim sukses Foke-Nara terhadap tim sukses Jokowi-Ahok yang dianggap melakukan praktik politik uang terpatahkan oleh bukti-bukti lapangan yang ada. Meski begitu, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta tetap akan menyelesaikan aduan ini.
Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi pada tertuduh yaitu tim sukses Jokowi-Ahok mengenai tudingan politik uang ini. Pihak Jokowi-Ahok mengakui bahwa memang ada pemberian uang sebesar Rp 75.000.
"Memang ada pemberian uang Rp 75.000 tapi itu untuk honor saksi dan 43 orang yang menjadi saksi ini menerima bayaran sehari sebelum hari H," kata Ramdansyah, di Kantor Panwaslu, Gedung Sasana Prasada Karya, Jalan Suryopranoto, Jakarta, Rabu (18/7/2012).
Ia menambahkan bahwa pemberian uang untuk membayar saksi ini dilakukan pada tanggal 10 Juli sekitar pukul 15.00 WIB. Sementara serangan fajar yang dituduhkan terjadi pada tanggal 11 Juli sekitar pukul 03.00 WIB sampai 06.30 WIB di RW 007 Kelurahan Pegangsaan itu tidak terbukti.
"Tidak ada saat hari H seperti yang dilaporkan. Dan ini, saksinya bukan yang menerima, juga bukan yang melihat. Dia hanya bilang 'katanya'," ujar Ramdansyah. "Bukti foto yang diberikan juga tidak menggambarkan adanya transaksi politik uang itu," imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa aduan ini kemungkinan besar akan digugurkan karena tidak ada bukti dan saksi yang kuat. Setelah dilakukan penelusuran, bukti juga tidak ditemukan. Justru tim sukses Jokowi-Ahok memberikan bukti berupa catatan pembayaran honor saksi berjumlah 43 orang dengan besaran Rp 75.000 untuk masing-masing saksi.
Sebelumnya diberitakan, anggota tim sukses Foke-Nara wilayah Jakarta Pusat, Jan Awalisi dan Ketua RW 07 Kelurahan Pegangsaan, Jakarta Pusat, Mahmuri mendapat laporan dari warga yang didatangi seseorang yang membagikan uang Rp 50.000-Rp 75.000. Uang itu diselipkan dalam baju kotak-kotak sehingga yang memberikan diduga sebagai anggota tim sukses pasangan calon nomor urut tiga.

Kristian

About Kristian -

Bekasi, kotaku..., kota kita..., kota kamu..., kota kita semua

Subscribe to this Blog via Email :