Kotaku..., kota kita..., kota kamu...
Contact : 0813 8291 0789, 0812 6321 0471 (WA)
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

3 Agu 2012

Kristian

Tudingan Politik Uang Timses Foke-Nara ke Jokowi-Ahok Terpatahkan


Kelompok gabungan dari Panwaslu dan lembaga swadaya masyarakat, menyatakan menolak prkatik politik uang dalam pelaksanaan Pemilukada DKI Jakarta, pada aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (24/6/2012). Baik memberi atau menerima uang dalam pelaksanaan kampanye pemilukada dianggap sebagai praktik korupsi.
JAKARTA, KOMPAS.com - Tudingan tim sukses Foke-Nara terhadap tim sukses Jokowi-Ahok yang dianggap melakukan praktik politik uang terpatahkan oleh bukti-bukti lapangan yang ada. Meski begitu, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta tetap akan menyelesaikan aduan ini.
Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi pada tertuduh yaitu tim sukses Jokowi-Ahok mengenai tudingan politik uang ini. Pihak Jokowi-Ahok mengakui bahwa memang ada pemberian uang sebesar Rp 75.000.
"Memang ada pemberian uang Rp 75.000 tapi itu untuk honor saksi dan 43 orang yang menjadi saksi ini menerima bayaran sehari sebelum hari H," kata Ramdansyah, di Kantor Panwaslu, Gedung Sasana Prasada Karya, Jalan Suryopranoto, Jakarta, Rabu (18/7/2012).
Ia menambahkan bahwa pemberian uang untuk membayar saksi ini dilakukan pada tanggal 10 Juli sekitar pukul 15.00 WIB. Sementara serangan fajar yang dituduhkan terjadi pada tanggal 11 Juli sekitar pukul 03.00 WIB sampai 06.30 WIB di RW 007 Kelurahan Pegangsaan itu tidak terbukti.
"Tidak ada saat hari H seperti yang dilaporkan. Dan ini, saksinya bukan yang menerima, juga bukan yang melihat. Dia hanya bilang 'katanya'," ujar Ramdansyah. "Bukti foto yang diberikan juga tidak menggambarkan adanya transaksi politik uang itu," imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa aduan ini kemungkinan besar akan digugurkan karena tidak ada bukti dan saksi yang kuat. Setelah dilakukan penelusuran, bukti juga tidak ditemukan. Justru tim sukses Jokowi-Ahok memberikan bukti berupa catatan pembayaran honor saksi berjumlah 43 orang dengan besaran Rp 75.000 untuk masing-masing saksi.
Sebelumnya diberitakan, anggota tim sukses Foke-Nara wilayah Jakarta Pusat, Jan Awalisi dan Ketua RW 07 Kelurahan Pegangsaan, Jakarta Pusat, Mahmuri mendapat laporan dari warga yang didatangi seseorang yang membagikan uang Rp 50.000-Rp 75.000. Uang itu diselipkan dalam baju kotak-kotak sehingga yang memberikan diduga sebagai anggota tim sukses pasangan calon nomor urut tiga.

Read More
Kristian

Jokowi-Basuki Figur yang Merangkul Semua Golongan


Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama memberikan keterangan pers di markas mereka di Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2012). Berdasarkan hasil hitungan cepat dari sejumlah lembaga, pasangan ini diprediksi memenangi putaran pertama Pilkada Gubernur DKI Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi Partai Amanat Nasional, Bima Arya Sugiharto, menuturkan, salah satu kunci kemenangan pasangan calon Jokowi-Basuki pada putaran pertama Pilkada DKI Jakarta 2012 adalah karakter ketokohan yang cukup kuat.
"Sentimen kepartaian hancur pada Pilkada DKI Jakarta kali ini karena pasangan Jokowi-Basuki menampilkan figur yang terlihat mampu merangkul berbagai kalangan dan golongan," kata Bima Arya dalam diskusi "Masihkah Layak Lembaga Survei Dipercaya?" di Jakarta Media Center, Jakarta, Kamis (19/7/2012).
Dalam menghadapi putaran kedua, menurut Bima, kedua pasang calon harus lebih fokus pada ide dan gagasan ketimbang pencitraan. Ia pun menyetujui apabila Jakarta dianggap sebagai barometer politik nasional.
Bima melanjutkan, fenomena adanya swing voters atau pemilih yang ketika dilakukan survei belum menetapkan pilihan sampai hari H pencoblosan mengerahkan suara mereka kepada pasangan calon Jokowi-Basuki.
"Para swing voters ini memiliki kecenderungan bergerak ke arah Jokowi-Basuki," ujarnya.
Hal tersebut, menurut Bima, juga dikarenakan oleh faktor figur dan karakter yang dimiliki oleh pasangan calon besutan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.
"Karena figur dan karakter Jokowi maupun Basuki yang menawarkan ide perubahan. Selain itu, visi dan misi Jokowi-Basuki juga berhasil disosialisasikan media secara baik," katanya.
Hari Kamis (19/7/2012), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta telah menetapkan pasangan nomor urut tiga Joko Widodo-Basuki Tjahaja sebagai pemenang Pilkada DKI Jakarta 2012 putaran pertama.
Pasangan Jokowi-Basuki memperoleh suara tertinggi di antara lima calon lainnya. Berdasarkan penghitungan suara keseluruhan, pasangan Jokowi-Ahok meraup suara sebanyak 1.847.157 atau sebesar 42,60 persen.
Editor :
Benny N Joewono, http://megapolitan.kompas.com/read/2012/07/20/06320432/JokowiBasuki.Figur.yang.Merangkul.Semua.Golongan
Read More
Kristian

Pengamat: Jokowi-Ahok Kebal Serangan


Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama mendapat ucapan selamat dari pendukungnya saat menyaksikan hitung cepat hasil pilkada DKI Jakarta di markas mereka di Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2012). Berdasarkan hasil hitung cepat dari sejumlah lembaga, pasangan ini diprediksi memenangi putaran pertama Pilkada Gubernur DKI Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat komunikasi politik, Henry Subiakto, menilai bahwa putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2012 akan menguntungkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama atau Jokowi-Ahok. Ia memprediksikan kemenangan di pihak Jokowi-Ahok meskipun pasangan itu dihadang dengan berbagai cara.
"Kemungkinan Jokowi akan diserang melalui sisi primordial karena dia bukan orang Jakarta. Ahok, meskipun memiliki KTP Jakarta, sebelumnya juga menjadi bupati di Bangka Belitung," katanya saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (14/7/2012).
Meski demikian, Henry mengatakan bahwa isu itu tidak akan mempan untuk menahan laju Jokowi-Ahok di putaran kedua. Ia beralasan bahwa mayoritas penduduk Jakarta saat ini adalah pendatang sehingga tidak akan menanggapi isu primordial.
Pasangan Calon Gubernur DKI, Jokowi - Ahok
Terhadap pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, dosen Universitas Airlangga, Surabaya, itu menilai bahwa duet tersebut harus memilih strategi yang tepat untuk melawan Jokowi-Ahok. Menurutnya, putaran kedua tidak menguntungkan bagi calon petahana itu karena telah dinilai gagal memimpin Jakarta. Hal itu menjadi keuntungan bagi pesaingnya.
Menurut dia, masyarakat sudah jenuh dengan sistem pemilihan yang mengharuskan adanya dua putaran. Pilkada seperti ini dinilai menghabiskan anggaran besar, tetapi tidak bisa menghasilkan kepala daerah yang mampu mengurai permasalahan di Jakarta. "Persepsi publik itu secara tidak langsung merugikan Fauzi Bowo sebagai calon petahana," kata Henry.
Henry berpendapat bahwa keunggulan yang dimiliki Jokowi dalam menghadapi putaran kedua salah satunya karena ia dianggap sebagai harapan baru untuk memperbaiki Ibu Kota. Selain itu, ia menilai sosok Jokowi-Ahok sebagai pasangan yang mengusung pluralisme dan kebersahajaan. Hal itu terlihat dari kedua figur yang berasal dari etnis yang berbeda serta penampilan mereka yang sederhana.
Sumber :
Antara
Editor :

Read More
Kristian

Andai Jokowi Gubernur DKI Jakarta


JAKARTA, KOMPAS.com - Gaya kepemimpinan Joko Widodo, Walikota Solo, Jawa Tengah, dipandang perlu menjadi perhatian dan ditiru para pemimpin DKI Jakarta. Joko Wi, demikian panggilan sang walikota, dianggap berjiwa demokratis dan mengayomi kepentingan warganya hingga yang paling bawah.
"Kita merindukan para pemimpin Jakarta itu seperti Joko Widodo. Bayangkan, untuk merelokasi pasar saja dia berdialog dengan warganya 57 kali, bahkan mengajak makan bersama," ujar Lieus Sungkharisma, pengusaha di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, kepada Kompas.com, Selasa (28/6/2011).
Dengan pendekatan personal yang mendahulukan dialog untuk mendengarkan aspirasi dari bawah, kebijakan yang dikeluarkan Jokowi minim penolakan.
Berbagai silang pendapat dan kepentingan juga dapat diakomodasi, lanjut Lieus, dan semua pihak dapat memahami tujuan bersama yang diemban pemerintah. "Inilah pemimpin yang demokratis dan mengayomi masyarakat," kata Lieus.
Hal menonjol yang terlihat dalam kepemimpinan Jokowi adalah perhatian dan apresiasinya terhadap masyarakat dari berbagai golongan. "Kita merasa diwongke (diorangkan)," tambah Bambang Sungkono, pemilik bengkel di Jalan Hayam Wuruk.
Meskipun mengakui, setiap kebijakan pemerintah pasti mendapatkan pandangan pro-kontra, ia berpendapat keputusan yang diambil berdasarkan dialog bisa memberikan kepuasan lebih karena semangat penghargaan seorang pemimpin.
Menurut Lieus, pendekatan serupa pernah dilakukan almarhum Ali Sadikin, saat menjabat Gubernur DKI. Oleh pendekatan tersebut, para pengusaha di kawasan Gajah Mada-Hayam Wuruk rela menyumbangkan masing-masing enam meter dari lahan mereka untuk keperluan pelebaran jalan. "Kemudian, kami juga mau menyumbangkan sebagian areal toko untuk pembangunan trotoar umum," jelasnya.
Pendekatan serupa saat ini jarang ditemukan di kalangan pejabat pemerintahan DKI. Pemerintah, menurutnya kerap mengambil kebijakan sepihak tanpa mempertimbangkan untung-rugi bagi warga yang berkepentingan. Ia mencontohkan penerapan aturan parkir off street.
"Enggak ada hujan, nggak ada angin, tiba-tiba sudah ada larangan parkir di badan jalan. Ya, kami, pedagang kaki lima, dan petugas parkir jelas kelabakan," tandasnya.
Editor :
Read More

20 Mar 2012

Kristian

Walikotaku Sayang, Walikotaku Malang

Kabar tidak sedap itu berhembus dari Gedung KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Jalan Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan, sekitar pukul 17.30 WIB, Senin, (13/12). Orang nomor satu di Kota Bekasi, Mochtar Mohamad resmi ditahan di Rutan Selemba.
Kabar tersebut langsung cepat menyebar, berita-berita di Media Online diburu, ditautkan ke Facebook, Twiter dan media sosial lainnya. Dalam sekejap kabar ditangkapnya Walikota Bekasi menjadi topik hangat, mulai dari cafe-cafe sampai warung kopi kaki lima pinggir jalan. Tentunya paling panas di kalangan PNS (Pegawai Negeri Sipil), politisi, aktivis dan para jurnalis. Kabar ini ditanggapi beragam, ada yang muram ada juga yang bersorak riang. Tiba-tiba Bekasi menjadi terasa mencekam.
Tentu saja tidak ada yang menyangka jika politisi asal PDI Perjuangan ini akhirnya bisa bertekuk lutut di bawah kaki KPK. Tidak berlebihan, Mochtar dikenal sebagai selebritis politik yang dekat dengan para petinggi lintas partai. Di kalangan wartawan dan aktivis dia dikenal royal. Dimata masyarakat Mochtar dikenal sebagai sosok yang hangat dan merakyat. Namun dunia politik tidak mengenal kebaikan tunggal, selalu saja ada pihak yang memandang Mochtar sebagai sosok yang dipenuhi keburukan.
Mochtar memang dikenal sebagai politisi yang gemar membangun citra, namun tidak hanya sekedar aksesoris semata. Mochtar membuktikan dengan kerja, meskipun dia “Ngoboi” dan nyaris menerabas rambu-rambu yang akhirnya mebelitnya dalam masalah. Menurut Mochtar dalam sebuah kesempatan, apa yang dilakukannya selama ini adalah demi Kota Bekasi.
Jika anda pernah berkunjung ke Kota Bekasi sebelum tahun 2008 dan kembali lagi saat ini, maka terasa sekali perubahan yang terjadi di Kota ini. Jalan-jalan menjadi lebar, taman-taman kota tertata apik dan resik. Yang luar biasa, Mochtar mampu menyulap predikat Kota Bekasi dari Kota Terkotor menjadi kota terbersih dan berhasil menyabet piala bergengsi Adipura.
Sejak memenangkan Pilkada langsung pertama 2007, di Kota Bekasi. Mochtar Mohamad bertekad untuk menjadikan kota Bekasi meraih Adipura. Program pertamanya, adalah menyatukan visi masyarakat untuk meraih adipura. Setelah dilantik menjadi Walikota Bekasi pada 10 Maret 2008, bertepatan dengan hari ulang tahun ke-11 Kota Bekasi. Mochtar Mohamad mencanangkan Kota Bekasi untuk meraih Adipura. Berbagai program dilaksanakan dan beberapa titik yang kotor dibersihkan.
Tidak hanya di jajaran Pemkot Bekasi saja, tetapi juga menjalar ke masyarakat, menjadi gerakan masif untuk meraih Adipura. Setiap hari Sabtu, seluruh karyawan Pemkot dikerahkan untuk bersih-bersih di berbagai sudut kota, begitu pula masyarakat digugah untuk selalu peduli lingkungannya.
Dengan visi “Kota Bekasi Cerdas, Sehat dan Ihsan”. Politisi yang sering disapa “Babeh M2” ini, merubah beberapa ruas jalan yang kumuh dari para PKL (pedagang kaki lima) dan pasar yang kotor untuk dibersihkan. Awalnya, memang mendapat kritik dan kecaman dari berbagai kalangan masyarakat, tak terkecuali anggota DPR. Namun tekad kuat untuk menjadikan kota Bekasi yang bersih dan nyaman, tidak sedikit pun membuat gentar politisi asal Gorontalo ini mundur dari cita-citanya.
“Jika kota bersih, maka masyarakat pun dengan sendirinya sehat. Investor akan datang. Peluang kesejahteraan masyarakat akan meningkat” ungkap Mochtar, dalam suatu perbincangan.
Dua tahun kepemimpinannya, Mochtar Mohamad telah meraih berbagai prestasi dan penghargaan. Dari mulai hadiah MURI atas gerakan kantin kejujuran di hampir 617 sekolah, penghargaan Menteri Keuangan Sri Mulyani atas prestasi pengelolaan keuangan daerah dan peningkatan PAD, penghargaan dari Menteri Sosial atas peningkatan kesejahteraan dan terbukanya lapangan pekerjaan. Masih banyak penghargaan dan prestasi suami dari Hj. Sumiati ini.
Mochtar juga berhasil menyulap TPA Bantargebang sebagai tempat yang dapat menghidupi rakyat Bekasi, dari pemulung hingga penambahan PAD Pemkot Bekasi. Di ranah birokrasi Mohamad melakukan penguatan birokrasi dan mendorong kreatifitas serta berbagai inovasi bagi PNS untuk bekerja melayani rakyat. Terbukti dirinya melahirkan pemikiran tentang fit and proper test melalui sistem penilaian Multi Stage Random (MSG) bagi para PNS di lingkungan Pemkot Bekasi.
Berbagai terobosan pun lahir dari kepemimpinannya. Pendidikan gratis dan kesehatan gratis, yang selama ini sulit diimplementasikan. Dengan tangan dinginnya, di Kota Bekasi dapat terwujud.
“Di Kota Bekasi, suatu saat tidak boleh ada lagi orang tidak sekolah karena tidak punya uang. Atau orang meninggal karena telat ke dokter. Ini merupakan hak dasar warga” ujar politisi yang masih sering berbaur dengan warga ini.
Selain kepemimpinan yang visioner. Mochtar juga menerapkan kepemimpinan akomodatif dan profesional. Karena dalam kamus hidupnya, musuh itu harus dirangkul dan memberi itu selain ibadah adalah hal utama dalam hidupnya.
“Sebaik-baik orang adalah orang yang memberi jalan hidup bagi orang lain. Berikanlah sedekah, dan kebaikan kepada siapa pun” tutur Mochtar sambil menyitir beberapa hadits dan ayat Alquran.
Namun semua bangunan yang dia rancang tiba-tiba ambruk secara bergantian. Mulai dari hantaman konflik sosial “Patung Tiga Mojang”, konflik sosial bernuasan SARA “Kasus HKBP”. Disusul kemudian ditangkapnnya dua pejabat Pemkot Bekasi yang melakukan penyuapan auditor BPK untuk mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian yang menyeret Sekda Kota Bekasi ke tahanan. Dalam beberapa kali persidangan, nama Mochtar disebut-sebut sebagai orang yang memberi perintah atas penyuapan tersebut. Namun, tidak pernah terbukti.
Tanggal 15 November 2010 saat pembacaan Vonis Sekda Kota Bekasi, selang dua jam kemudian KPK mengeluarkan steatmen yang mengejutkan bahwa Mochtar ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan tiga kasus korupsi.
Pertama, Mochtar diduga melakukan pengumpulan uang dari para kepala dinas untuk suap pemenangan penghargaan Adipura 2010. Kedua, dengan modusnya yang sama Mochtar juga mengumpulkan dana partisipasi dari kepala dinas untuk percepatan APBD Kota Bekasi Tahun Anggaran 2010. Dan ketiga, Mocktar diduga menyelewengkan dana APBD 2009 untuk membantu menyelesaikan pembayaran kredit multiguna pribadinya.
Penahanan terhadap Mochtar tidak lepas dari kepentingan politik. Mochtar hanya dijadikan tumbal dari perseteruan PDI Perjuangan dan Partai Demokrat. Penetapan Mochtar sebagai tersangka terkesan sangat mendadak dan tergesa-gesa, pada saat Mochtar tidak terbukti melakukan kesalahan dalam kasus yang melibatkan Sekda Kota Bekasi. Namun Mochtar dibidik dengan kasus yang mencederai hati masyarakat Bekasi, yakni Adipura.
Gelombang protes dan pembelaan terhadap Mochtar terus mengalir dan berdatangan dari berbagai element. KPK dianggap terlampau gegabah dalam penetapan Mochtar sebagai tersangka. KPK telah melakukan kriminalisasi dari kasus Mochtar.
Kini Bekasi mencekam, entah apa yang akan terjadi dalam hari-hari selanjutnya. Yang pasti, belum ada kepemimpinan setangguh dan sekuat Mochtar yang telah berhasil melakukan gebrakan di berbagai sisi. Rakyat menangisi kejadian ini. Walikotaku Sayang, Walikotaku malang.
Read More

4 Mar 2012

Kristian

Penodongan ATM


Jika anda sedang terancam jiwanya karena dirampok/ditodong seseorang untuk mengeluarkan uang dari atm, maka anda bisa minta pertolongan diam2 dengan memberikan nomor pin secara terbalik, misal no asli pin anda 1254 input 4521 di atm maka mesin akan mengeluarkan uang anda juga tanda bahaya ke kantor polisi tanpa diketahui pencuri tsb. Fasilitas ini tersedia di seluruh atm tapi hanya sedikit orang yang tahu (tolong kasih tahu info kepada yang lain...)
Read More

10 Sep 2011

Kristian

I Have a Dream

Martin Luther King Jr. adalah aktivis yang menentang diskriminasi ras dan memperjuangkan persamaan hak bagi orang-orang kulit hitam. Dia juga menyampaikan pidatonya yang sangat terkenal yaitu “I Have a Dream”. Tidak sedikit tantangan, terror, ancaman kematian yang dialami Martin Luther King. Namun apakah penderitaan tersebut menghentikan perjuangannya? Ternyata tidak! Satu-satunya yang membuat dia tetap bertahan adalah karena impian hidupnya bahwa suatu hari nanti setiap orang dengan ras apapun memiliki hak dan kedudukan yang sama, bahkan hari ini kita mengenal Barrack Obama sebagai Presiden kulit hitam pertama di Amerika Serikat!


Read More

1 Jun 2011

Kristian

Arifin Panigoro, Icon Kemajuan Sepakbola Kita

Sebelum Orde Baru tumbang tahun 1998, nama Arifin Panigoro hanya dikenal kalangan terbatas sebagai pengusaha di bidang perminyakan. Lingkaran pergaulannya lebih banyak dengan Pertamina dan pengusaha perminyakan internasional. Namun, ketika reformasi tengan “hamil tua” yang ditandai dengan maraknya aksi demonstrasi mahasiswa, kesadaran politik Arifin bangkit. Ia telah menjadi simbol kebangkitan politik pengusaha.

Tidak hanya itu, ia turut serta secara aktif membantu pergerakan mahasiswa, termasuk menyiapkan nasi bungkus untuk dikirim kepada mahasiswa yang tengah menggelar aksi di Gedung DPR Senayan, Jakarta.

Alumni Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1973 ini memulai usahanya tidak langsung menjadi bos di Meta Epsi Drilling Company (Medco). Sebelum tahun 1980-an, awalnya ia cuma sebagai kontraktor instalasi listrik door to door. Selanjutnya memulai proyek pemasangan pipa secara kecil-kecilan. Begitu ada proyek yang berdiameter besar, hal itu bukan porsi pengusaha lokal, melainkan pengusaha asing. Jadi, setiap Pertamina melakukan tender untuk pemasangan pipa besar, maka perusahaan asing yang menang karena untuk pipeline butuh peralatan berat. Peralatan itu umumnya hanya dimiliki oleh perusahaan asing.
Read More

13 Apr 2011

Kristian

Gara-gara Nila Setitik Jangan Rusak Susu Se-Malinda

Akhirnya ketemu juga cara terbaik untuk mempercepat proses dimulainya pembangunan “geotermal. Indonesia begitu kaya dengan geotermal yang bisa dipergunakan untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), tetapi begitu kecil yang sudah dimanfaatkan. Luar biasa besarnya kendala untuk membangun PLTP itu.

Yang lucu, kesulitan itu terjadi bukan pada cara mengerjakan proyek geotermalnya, melainkan pengurusannya. Prosesnya begitu ruwet sehingga potensi geotermal praktis tersandera oleh birokrasi itu.

Sudah banyak seminar, rapat kerja, dan surat keputusan dibuat, tetapi belum juga menemukan cara yang terbaik. Lebih tepatnya, belum juga ada keberanian untuk memutuskan cara terbaik itu yang dipilih. Kemudian, terbetik kabar dari Aceh. “Cara Aceh” saya yakini menjadi yang terbaik sehingga apa salahnya diterapkan di seluruh Indonesia. Please, bapak-bapak yang berwenang, putuskanlah!

“Cara Aceh” segera dilaksanakan Pemda Aceh untuk membangun PLTP Seulawah, yang potensi listriknya hingga 200 MW. Tendernya berlangsung sekarang ini. Cara itu sebaiknya menjadi koreksi total atas proses pengadaan geotermal yang berlaku sekarang, yang ruwet itu.
Read More

13 Mar 2011

Kristian

Ketekunan dan Konsistensi Sampai Sukses

Barangkali Anda masih ingat apa yang terjadi pada final Liga Champion antara Manchester United (MU) melawan Bayern Muenchen di tahun 1999. 

Sampai menit ke-90 (menit terakhir) kedudukan masih 1-0 untuk Bayern Muenchen. Wasit memberi tanda bahwa ada injury time  empat menit. Gelar juara sudah di depan mata dan seluruh supporter Muenchen sudah bersiap-siap merayakannya. Tanpa diduga, pada menit kedua dalam perpanjangan waktu MU berhasil mencetak gol balasan hingga skor menjadi 1-1. Kejutan berlanjut jetika satu menit kemudian MU mencetak gol lagi sehingga skor menjadi 2-1 untuk kemenangan MU! Hanya dalam waktu 4 menit MU berhasil mencetak 2 gol!

Seperti yang kita tahu, untuk mencetak gol dalam pertandingan sepak bola bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika waktu sudah hampir berakhir, biasanya semangat pemain sudah padam. Meski demikian, semangat pemain MU patut diacungi jempol, mereka tekun dan konsisten dalam menunjukan permainan terbaik. Itulah yang membuat MU jadi juara.

Apakah Anda juga tekun dan konsisten sampai sukses dalam perjuangan mencapai impian anda? Ataukah sebaliknya Anda mudah menyerah kalah ketika diperhadapkan kegagalan dan berbagai kesulitan? Apakah Anda mudah menyerah ketika menghadapi orang-orang yang berusaha menjatuhkan Anda? 

Sesungguhnya, banyak orang yang ketika melihat kesuksesan Anda mereka menjadi iri hati. Tak hanya itu, mereka berusaha untuk menjatuhkan Anda dengan berbagai cara agar Anda tidak sukses. Karena itu, pastikan diri Anda mengerti bahwa kesuksesan membutuhkan daya tahan, itulah yang membuat menghadapi Anda mampu menghadai semua permasalahan itu dan keluar sebagai pemenang.

Ingatlah bahwa ketekunan dan konsistensi kitalah yang pada akhirnya menghantarkan kita kepada kesuksesan. Banyak orang hebat, memiliki skill luar biasa, memiliki pengalaman yang luas, tapi jika tidak tekun dan konsisten, maka semuanya itu menjadi sia-sia. Demikian juga haknya jika Anda ingin meraih sukses dibisnis  yang sedang anda tekuni, teaplah TEKUN dan KONSISTEN sampai jumpa di puncak Sukses!
Read More

16 Jan 2011

Kristian

“Pembunuhan Berencana” Bernilai Triliunan Rupiah Setahun

Inilah “pembunuhan berencana” yang tidak melanggar pasal 340 KUHP (pasal tentang pembunuhan berencana, Red). Inilah “pembunuhan berencana” yang akan bisa menghemat minimal Rp 1 triliun setahun. Inilah “pembunuhan berencana” yang harus dilakukan karena kepepet: di satu pihak jengkel tidak mendapatkan gas, di pihak lain harus melakukan efisiensi secara besar-besaran.
Yang akan “dibunuh” adalah pembangkit listrik yang amat besar di berbagai lokasi. “Pembunuhan” pertama sedang dilakukan secara kecil-kecilan di Tanjung Perak, Surabaya. “Pembunuhan” kedua akan dilakukan secara besar-besaran di Tambak Lorok, Semarang, pertengahan tahun ini. Lokasi lain menyusul karena masih dikaji oleh teman-teman di PLN.

Semua orang tahu bahwa PLN selama ini memiliki banyak sekali pembangkit listrik yang “salah makan”. Pembangkit-pembangkit itu seharusnya diberi “makan” gas. Namun, karena tak ada gas, pembangkit-pembangkit tersebut terpaksa diberi “makan” solar. Mahalnya minta ampun. Di sinilah pemborosan triliunan rupiah terjadi setiap tahun. Entah sudah berapa lama.
Di Semarang, misalnya. Pembangkit listrik sebesar hampir 1.000 MW (kalau dibangun sekarang, menelan dana sekitar Rp 15 triliun) mestinya bisa diberi “makan” gas.

Ada dua skenario untuk mendapatkan gas di situ. Pertama, dari proyek yang disebut pipa gas trans-Jawa. Inilah “jalan tol” gas yang melintang dari Jakarta ke Surabaya lewat Semarang. Pemegang izin proyek tersebut sudah lama ada, tetapi kabar pembangunannya tidak pernah nyata. Di atas kertas, kalau pipa gas trans-Jawa itu dibangun, fleksibilitas distribusi gas menjadi luar biasa
Skenario kedua bisa mendapatkan gas dari lepas pantai Semarang. Sumur gasnya ada. Milik Petronas, perusahaan (BUMN) minyak dan gas Malaysia. Petronas sudah setuju menjual gas kepada PLN. PLN juga sudah setuju untuk membeli. Harganya pun sudah disepakati.

Tetapi, transaksi itu tidak bisa terjadi. Gara-garanya sepele: menentukan siapa yang harus membangun pipanya. Untuk membangun pipa dari sumur gas ke Semarang, Petronas tidak diperbolehkan. PLN juga tidak. Begitulah peraturannya. Harus ditunjuk tersendiri siapa yang boleh membangun pipa tersebut.
Kalaupun sampai sekarang pipa itu belum terbangun, bukan karena sulit. Justru karena proyek tersebut termasuk bisnis yang amat menggiurkan. Gula itu kian manis kian banyak semut yang mengincar. Padahal, antarsemut tidak dilarang untuk saling mendahului atau saling berebut.

Akibat perebutan antar semut itu, PLN menjadi korban. Kesimpulannya: PLN tidak boleh terlalu berharap dari dua skenario tersebut. Harus dicari terobosan lain untuk melakukan efisiensi.
Memang, kalau saja Tambak Lorok bisa mendapatkan gas, akan bisa menghemat biaya separo. Kinerja pembangkit itu juga bisa meningkat 15 persen karena tidak lagi “salah makan”.
Memang, sudah lama teman-teman di PLN jengkel dalam menghadapi kelangkaan gas seperti itu. Tetapi, jengkel saja tidak akan menyelesaikan masalah. Bahkan, bisa merugikan kejiwaan. Maka, saya meminta para ahli di PLN yang jumlahnya luar biasa banyak itu berpikir di luar kebiasaan. Energi jengkel dialihkan untuk menciptakan terobosan.

Maka, lahirlah ide besar ini: melakukan “pembunuhan berencana” secara besar-besaran. Yang harus “dibunuh” adalah pembangkit listrik di Semarang yang borosnya bukan main. Kalau sukses, “pembunuhan” itu akan bisa menghemat biaya sekurang-kurangnya Rp 1 triliun setiap tahun.

Ahli-ahli di PLN sudah menemukan caranya. Begini: Kebutuhan listrik di Semarang adalah 900 MW. Karena itu, di Semarang disediakan pembangkit listrik hampir 1.000 MW di Tambak Lorok. Alangkah besarnya. Hampir sama dengan listrik yang tersedia untuk seluruh Indonesia Timur. Untuk bisa mematikan pembangkit di Semarang itu harus bisa menemukan pasokan listrik dalam jumlah yang sama sebagai penggantinya.

Diskusi dilakukan berkali-kali. Ditemukanlah beberapa sumber listrik lain untuk Semarang. Pertama, dari GITET (gardu induk tegangan ekstratinggi) di Ungaran, selatan Semarang. Teman-teman PLN memutuskan untuk memasang trafo IBT (interbus transformer) tambahan di Ungaran. Tambahan IBT itu akan bisa mengalirkan listrik ke Semarang 400 MW. Sumber listriknya diambilkan dari sistem 500KV trans-Jawa.
Kekurangan 500 MW lagi akan diambilkan dari pembangkit baru di Rembang (2 x 300 MW) yang sudah hampir jadi. Dari Rembang, listrik akan dialirkan dengan sistem 150 KV ke Semarang. Di luar itu, masih akan ada back-up dari pembangkit baru Tanjung Jati yang juga segera selesai.

Maka, cukuplah listrik untuk Semarang tanpa harus menghidupkan pembangkit yang “salah makan” itu. Dari pemikiran tersebut, penghematan yang luar biasa besar bisa dilakukan segera. Tidak lagi menunggu gas yang entah kapan akan tiba di Semarang. Dengan demikian, fungsi pembangkit listrik di Tambak Lorok itu bakal berubah. Hanya akan disuruh jaga-jaga kalau-kalau ada kerusakan di sistem 500, di GITET Ungaran, atau di transmisi dari arah Rembang.

Sebagai “latihan” untuk “pembunuhan berencana” itu, teman-teman PLN kini sedang mencoba secara lebih kecil di Surabaya. Di Tanjung Perak, beroperasi pembangkit sebesar 100 MW (2 x 50 MW). Ini juga “salah makan”. Satu pembangkit itu saja besarnya sudah sama dengan seluruh pembangkit PLN di Provinsi NTT, Maluku Utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat jika dijadikan satu. Kalau saja pembangkit di Tanjung Perak tersebut berhasil dimatikan dan BBM-nya dialihkan untuk melistriki provinsi-provinsi itu, alangkah majunya Indonesia Timur.

Setelah pembangkit di Tanjung Perak dimatikan, dari mana mendapatkan ganti 100 MW? Teman-teman PLN sudah menemukan sumbernya: dari GITET Ngimbang (antara Babat-Jombang). Saya sudah berkunjung ke GITET itu dan pembangunannya memang sudah selesai. Satu sirkuit sudah berfungsi dan satu sirkuit lagi sedang diuji coba.
Apalagi, fungsi pembangkit di Tanjung Perak tersebut ternyata lebih banyak sebagai penghasil tegangan reaktif. Listrik untuk Surabaya sendiri cukup dari sistem 500 KV. Terlalu boros kalau, untuk keperluan daya reaktif, harus menghidupkan pembangkit begitu besar, yang cukup untuk melistriki lima provinsi di Indonesia Timur.

Bagi Surabaya, yang rawan justru macetnya proyek GITET Surabaya Selatan sehingga bisa saja Surabaya terkena pemadaman berat kalau terjadi gangguan di sistem itu. Kini sedang diupayakan bagaimana proyek yang macet sejak 12 tahun lalu tersebut bisa bergerak lagi.

Kalau “pembunuhan berencana” di Tanjung Perak dan Semarang itu berhasil tahun ini, tidak tertutup kemungkinan cara yang sama akan dilakukan di beberapa lokasi lain di Jawa.
Entah berapa triliun rupiah lagi akan bisa dihemat!
Kepepet memang sering membuat orang lebih kreatif. Gara-gara kepepet tidak mendapat gas, ditemukanlah cara berhemat yang lain. Tetapi, bukan berarti tidak memberikan gas ke PLN bisa diterus-teruskan! (*)
Dahlan Iskan
CEO PLN 
http://dahlaniskan.wordpress.com/2011/01/10/pembunuhan-berencana-bernilai-triliunan-rupiah-setahun/#more-699
Read More
Kristian

Tahun Baru 2011

Sudah lima belas hari kita menjalani tahun baru 2011. Mungkin banyak diantara kita, pada awal tahun 2011 telah membuat resolusi, baik resolusi pribadi maupun resolusi kelompok. 
Resolusi itu semua baik adanya. Resolusi yang baik adalah resolusi yang dibuat dengan ketulusan hati, sikap jujur terhadap diri sendiri. Sebuah resolusi yang dilahirkan akan menjadi sempurna bila dibuat dengan berlandaskan pada takut (sembah sujud) pada Tuhan.
Read More

5 Jan 2011

Kristian

Mario Teguh - Orang Pintar dan Orang Bodoh

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis…
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.
Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.
Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya.
Read More